Menata Kehidupan Bersama Al-Qur’an

Menata Kehidupan Bersama Al-Qur’an

Menata Kehidupan Bersama Al-Qur'an

✨ Menata Kehidupan Bersama Al-Qur’an ✨
Imron Akbar adalah salah satu mahasantri di One Quran Institute Angkatan 9 yang berasal dari Tanjung Balai, Sumatra Utara. Motivasi terbesar dalam hidupnya adalah menjadi Ahlul Qur’an dan memberikan mahkota kemuliaan untuk kedua orang tuanya kelak di akhirat.
Perjalanan menghafal Al-Qur’an baginya bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan niat yang kuat serta perjuangan yang gigih untuk menjaga hafalannya. Namun, dukungan dari orang tua dan guru-guru menjadi pendorong utama baginya untuk terus melangkah dalam menghafal Al-Qur’an. Seiring berjalannya waktu, berbagai kesulitan yang dihadapi membuatnya belajar tentang arti kesabaran dan kesetiaan dalam menjaga ayat-ayat Allah.
Di Pesantren One Qur’an Institute inilah menjadi titik awal baginya untuk lebih memperdalam dan mengamalkan Al-Qur’an. Di sini, ia merasakan bahwa menghafal bukan hanya tentang menjaga ayat, tetapi juga bagaimana cara mengamalkan isi Al-Qur’an. Baginya, hal itu menjadi tantangan baru yang membuat dirinya semakin dekat dengan akhlak Rasulullah ﷺ.
Ayat yang selalu menjadi penguat dalam perjalanan hafalannya adalah Surah At-Tahrim ayat 5-8. Baginya, ayat tersebut mengingatkan bahwa dunia ini hanyalah sementara dan tidak ada tempat kembali yang abadi selain akhirat.
Ke depannya, setelah lulus dari pesantren ini, ia bercita-cita menjadi seorang pengusaha yang tetap menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupannya.
.
.
#storysantri #santrikeren #santritahfidz #onequraninstitute #pesantrenkarakterquran
Jalan Panjang Menjaga Kalam

Jalan Panjang Menjaga Kalam

Jalan Panjang Menjaga Kalam

Jalan Panjang Menjaga Kalam

🍂 Jalan Panjang Menjaga Kalam 🍂
Perjuangan Rofiatul Afifah dalam menghafal Al-Qur’an membawanya menjadi salah satu mahasantri Angkatan 9 di Pesantren One Qur’an Institute yang berasal dari Sorong, Papua Barat. Motivasi terbesarnya dalam menghafal Al-Qur’an adalah agar bisa lebih dekat dengan Sang Pemilik Kalam, serta mempersembahkan mahkota kemuliaan untuk kedua orang tuanya di akhirat kelak.
Perjalanan menghafalnya dimulai sejak duduk di bangku sekolah dasar. Dengan penuh kesungguhan, ia terus melanjutkan perjuangan itu hingga lulus dari bangku Aliyah. Di tengah kebimbangan antara melanjutkan kuliah atau fokus menghafal Al-Qur’an, sang ibu memberikan saran untuk melanjutkan program tahfidz di Pesantren One Qur’an Institute. Dari situlah ketertarikannya tumbuh hingga akhirnya ia memutuskan untuk mendaftar.
Selama menjalani proses menghafal di sana, ia merasa sangat terbimbing, terutama dalam memperbaiki tahsin dan tajwid. Baginya, setiap koreksi dalam bacaan menjadi pelajaran berharga agar ia mengetahui letak kesalahan dan terus memperbaiki diri. Tidak hanya belajar menghafal, ia juga merasa diajarkan untuk memiliki karakter yang baik, sebagaimana Rasulullah hidup dengan akhlak Al-Qur’an.
Surah favoritnya adalah Surah Ar-Rahman ayat 60, karena ayat tersebut membuatnya yakin bahwa setiap kebaikan dan amal saleh yang dilakukan akan dibalas Allah dengan kebaikan yang lebih besar.
Ke depannya, ia bercita-cita untuk terus istiqamah bersama Al-Qur’an serta menjadi seorang guru yang hidup dengan nilai-nilai dan akhlak Al-Qur’an.
.
.
#storysantri #santrikeren #santritahfidz #onequraninstitute #pesantrenkarakterquran
Ketika Al-Qur’an Menjadi Arah Hidup

Ketika Al-Qur’an Menjadi Arah Hidup

Ketika Al-Qur'an Menjadi Arah Hidup

Namanya Syifa Sijil Gauri, salah satu mahasantri Angkatan 9 yang berasal dari Serang, Banten. Motivasi terbesarnya dalam menghafal Al-Qur’an adalah ingin mengetahui rahasia keajaiban Al-Qur’an serta membumikan bahasa langit. Dari motivasi itulah tumbuh semangat dalam dirinya untuk terus belajar dan menghafal Al-Qur’an.
Baginya, bergabung di Pesantren One Qur’an Institute menjadi titik awal dalam melanjutkan perjalanan belajar dan menghafal Al-Qur’an. Selama berada di sini, ia merasakan perjuangan yang berbeda dari perjalanan yang pernah ia lewati sebelumnya. Salah satu momen yang paling ia ingat adalah saat diuji dengan kesabaran dalam menghafal Al-Qur’an. Hal itu menjadi tantangan tersendiri baginya. Namun, setiap kepahitan yang dilalui perlahan berubah menjadi manis ketika ia mulai menikmati setiap proses yang sedang dihadapi.
Tak sampai di sana, ia juga sangat bersyukur karena dipertemukan dengan guru-guru dan teman-teman yang selalu mendukung serta memberikan motivasi dalam perjuangannya menghafal Al-Qur’an. Surah favoritnya adalah Surah Al-Qari’ah karena menurutnya surah tersebut mengingatkan bahwa hidup di dunia hanyalah sementara, sehingga waktu yang dimiliki lebih baik digunakan untuk memperbanyak iman dan amal.
Ke depannya, ia bercita-cita menjadi seorang pengusaha yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan menjadikan Al-Qur’an sebagai karakter yang terus melekat dalam dirinya, sebagaimana akhlak Rasulullah. Karena baginya, mencintai Al-Qur’an bukan sekadar membacanya, tetapi juga mengamalkannya.
.
.
#storysantri #santrikeren #santritahfidz #onequraninstitute #pesantrenkarakterquran