
Imron Akbar adalah salah satu mahasantri di One Quran Institute Angkatan 9 yang berasal dari Tanjung Balai, Sumatra Utara. Motivasi terbesar dalam hidupnya adalah menjadi Ahlul Qur’an dan memberikan mahkota kemuliaan untuk kedua orang tuanya kelak di akhirat.
Perjalanan menghafal Al-Qur’an baginya bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan niat yang kuat serta perjuangan yang gigih untuk menjaga hafalannya. Namun, dukungan dari orang tua dan guru-guru menjadi pendorong utama baginya untuk terus melangkah dalam menghafal Al-Qur’an. Seiring berjalannya waktu, berbagai kesulitan yang dihadapi membuatnya belajar tentang arti kesabaran dan kesetiaan dalam menjaga ayat-ayat Allah.
Di Pesantren One Qur’an Institute inilah menjadi titik awal baginya untuk lebih memperdalam dan mengamalkan Al-Qur’an. Di sini, ia merasakan bahwa menghafal bukan hanya tentang menjaga ayat, tetapi juga bagaimana cara mengamalkan isi Al-Qur’an. Baginya, hal itu menjadi tantangan baru yang membuat dirinya semakin dekat dengan akhlak Rasulullah ﷺ.
Ayat yang selalu menjadi penguat dalam perjalanan hafalannya adalah Surah At-Tahrim ayat 5-8. Baginya, ayat tersebut mengingatkan bahwa dunia ini hanyalah sementara dan tidak ada tempat kembali yang abadi selain akhirat.
Ke depannya, setelah lulus dari pesantren ini, ia bercita-cita menjadi seorang pengusaha yang tetap menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupannya.
.
.
#storysantri #santrikeren #santritahfidz #onequraninstitute #pesantrenkarakterquran




